PemdesBumiwangi Pemerintah Desa Bumiwangi
Login
Kabupaten Bandung Produksi Ribuan Ton Sampah per Hari, Uninus Tumbuhkan Kesadaran Lingkungan Remaja Masjid
PemdesBumiwangi
Pemdes Bumiwangi
Jumat, 26 September 2025
Reporter:
Admin Pemdes Bumiwangi
Editor:
Admin Pemdes Bumiwangi
PemdesBumiwangi
Istimewa
Kabupaten Bandung hasilkan 2.876 ton sampah per hari, UNINUS latih remaja masjid kelola sampah demi tumbuhkan kesadaran ekologi.

PIKIRAN RAKYAT – Kabupaten Bandung menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan data DLH, setiap hari, timbunan sampah di wilayah ini mencapai sekitar 1.380 ton. Kondisi tersebut semakin berat setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberlakukan pembatasan kuota pembuangan sampah Kabupaten Bandung sejak 1 September 2025, yakni hanya sebesar 280,37 ton per hari atau 3.925,24 ton dalam dua minggu. Kebijakan ini menjadi persoalan tersendiri yang harus segera diatasi pemerintah daerah.

Sebagai upaya mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan, Universitas Islam Nusantara (Uninus) menggelar pelatihan pengelolaan sampah bagi Remaja Masjid Al-Hidayah, Komplek Permata Regency, Desa Bumiwangi, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 14 September 2025.

“Kegiatan ini memberikan pemahaman sekaligus praktik langsung pengelolaan sampah, khususnya botol plastik, agar tidak dibuang sembarangan. Botol plastik yang dikumpulkan dapat diolah menjadi barang bermanfaat, bernilai ekonomi, sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Koko Lukman, dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab Uninus.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dosen UNINUS, yakni Koko Lukman, Faiz Karim Fatkhullah, dan Amir Supriatna, dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Diktisaintek.

Acara tersebut turut dihadiri Penyuluh Agama Islam Kecamatan Ciparay KH Ahmad Sholah, Kepala KUA Ciparay Drs. H. Ma’wan, serta menghadirkan pemateri Dr. KH. Abdul Hanan, M.Ag selaku Kasie Bimas Islam Kemenag Kabupaten Bandung, bersama perwakilan Bank Sampah Desa Bumiwangi.

Koko menegaskan, melalui workshop ini diharapkan kesadaran ekologis remaja masjid semakin meningkat dan mampu menjadi teladan dalam pengelolaan sampah bagi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengimbau seluruh pihak untuk memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

DLH meminta kecamatan, desa, dan kelurahan agar meningkatkan sistem pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Hal ini dianggap penting untuk menekan volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir.

Masyarakat juga didorong untuk lebih disiplin dalam memilah sampah organik dan anorganik. Selain itu, warga diharapkan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta aktif mendukung keberadaan bank sampah maupun Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

Tak hanya itu, DLH menegaskan pelaku usaha, pasar, dan pusat perbelanjaan memiliki kewajiban mengelola sampah secara mandiri. Dengan demikian, sampah yang diangkut ke Tempat Pemrosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) hanyalah sampah residu yang tidak bisa diolah kembali.

“Supaya masyarakat mampu memahami, peduli, dan merespons secara positif serta produktif, maka diperlukan upaya konkret bersama dalam mengurangi dan menangani sampah rumah tangga secara berwawasan lingkungan,” tegas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung.***

Dikutip dari https://www.pikiran-rakyat.com/news/pr-019674537/kabupaten-bandung-produksi-ribuan-ton-sampah-per-hari-uninus-tumbuhkan-kesadaran-lingkungan-remaja-masjid